SAMARINDA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) batch 5 dan Project Based Learning (PBL) batch 3 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Kamis (30/10/2025) sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di era industri modern.
baca juga : Enam dari 15 Tahanan Kabur Polsek Samarinda Kota Sudah P21
Dalam sambutannya, Menteri Yassierli menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ia menyebut PBK dan PBL merupakan terobosan baru yang mampu mengubah pola pikir peserta dari sekadar pencari kerja menjadi penawar jasa profesional yang kreatif dan kompetitif.
“Harapan kita dengan adanya Project-Based Learning ini, para peserta tidak hanya menunggu tawaran pekerjaan dari industri. Mereka juga bisa menawarkan jasa dan keahlian yang dimiliki,” ujar Yassierli.
Meninjau Fasilitas dan Inovasi Pelatihan
Usai membuka acara, Yassierli melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas pelatihan yang ada di BPVP Samarinda. Ia tampak antusias saat mencoba simulator alat berat, salah satu sarana unggulan yang digunakan untuk mendukung pelatihan berbasis teknologi.
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kepala BPVP Samarinda, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Timur, serta Kepala Disnaker Samarinda. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pelatihan vokasi di wilayah Kalimantan.
“Balai pelatihan seperti BPVP harus terus berinovasi agar bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” kata Yassierli.
Antusiasme Peserta Tinggi
BPVP Samarinda mencatat antusiasme tinggi terhadap program ini. Pada Oktober 2025, sebanyak 354 peserta terpilih berhasil lolos serangkaian tes seleksi untuk mengikuti pelatihan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki motivasi kuat untuk meningkatkan keterampilan.
Menurut Yassierli, program Project-Based Learning adalah bentuk evolusi dari pelatihan konvensional menjadi sistem pelatihan modern yang relevan dengan era digital. “Kita ingin pelatihan di balai-balai kita lebih advance, terutama terkait bidang IT, elektronika, sensor, dan teknologi lainnya,” jelasnya.
Fokus pada Smart Operation dan Solusi Industri
Melalui PBL, Kementerian Ketenagakerjaan memperkenalkan paket pelatihan Smart Operation yang dirancang khusus untuk menghadapi tantangan industri berbasis teknologi. Keunggulan utama program ini terletak pada pendekatan praktis yang mendorong peserta menjadi problem solver aktif dan mandiri.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251030_Menteri-Ketenagakerjaan-Yassierli-saat-membuka-pelatihan.jpg)
Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih untuk menginisiasi dan mengeksekusi proyek nyata. Mereka ditantang untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan berbagai masalah industri dan menyesuaikan solusi dengan kebutuhan lapangan.
Sebagai contoh, peserta yang tertarik pada bidang green building akan diajarkan cara merancang sekaligus menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka bisa langsung menawarkan jasa profesional kepada perusahaan yang membutuhkan solusi serupa.
Ciptakan Pekerja Mandiri dan Kompetitif
Yassierli menekankan bahwa lulusan program ini memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Mereka tidak lagi bergantung pada lowongan industri, melainkan mampu menawarkan jasa berbasis teknologi seperti otomatisasi operasional gedung, sistem pertanian modern, hingga optimalisasi rantai pasok (supply chain).
baca juga : Hotel Bumi Senyiur Samarinda Terbakar
“Saya ingin mereka punya kepercayaan diri untuk berkata, ‘Saya bisa mengotomatisasikan operasional gedung, sistem farming, atau bahkan supply chain.’ Itu yang kita harapkan dari lulusan Project-Based Learning,” pungkas Yassierli.
Melalui program PBK dan PBL ini, Kementerian Ketenagakerjaan berharap dapat mencetak generasi tenaga kerja baru yang mandiri, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan dunia industri yang semakin cepat dan berbasis teknologi.














