Samarinda – Kota Samarinda punya banyak warung kopi legendaris yang bertahan puluhan tahun. Warung-warung ini tetap eksis dengan racikan kopi klasik yang disukai berbagai kalangan.
Tradisi menikmati kopi tubruk, kopi susu, atau kopi tarik masih hidup di berbagai sudut kota. Tak hanya kopi, banyak warung legendaris di Samarinda yang juga menawarkan camilan nikmat seperti bubur, roti panggang, hingga nasi kuning. Tak heran, tempat ini populer menjadi pilihan sarapan warga.
Baca Juga : Ajang Pameran Produk dan Inovasi Pembangunan
Salah satu yang paling terkenal adalah Kong Djie Coffee. Warkop ini pertama kali berdiri di Belitung pada 1943 dan kini hadir di Samarinda, tepatnya di Jalan Niaga Utara. Kopi O dan kopi susu panas menjadi menu andalan dengan bahan arabika dan robusta pilihan.
Tak kalah populer, ada Warung Kopi Taufik di Jalan Pangeran Diponegoro No. 12. Sejak 1990-an, warkop ini melayani pelanggan setia dengan kopi hitam, kopi susu, dan nasi kuning gurih yang menjadi ciri khasnya.

Di kawasan Citra Niaga, berdiri Warung Kopi Haji Acut. Warung ini beroperasi sejak 1987 dan kini dikelola generasi ketiga, cucu Haji Acut bernama Hendra. Racikan kopi tubruk yang disaring dengan sedikit gula menjadi daya tarik utamanya.
Tak jauh dari pelabuhan, ada Warkop Koh Abun yang hadir sejak 1960. Bangunannya sederhana, namun suasananya otentik. Kopi disajikan dengan teknik klasik, bahkan ada menu unik berupa bubur dengan topping jengkol yang jarang ditemukan di tempat lain.
Baca Juga : Forum Rektor Indonesia – Thailand Bahas Kerja Sama di IKN
Pilihan lain ada di Warkop Madju, berlokasi di Pasar Pagi Samarinda, Jalan Panglima Batur. Berdiri sejak 1970-an, warkop ini terkenal dengan kopi hitam dan kopi susu yang nikmat. Roti bakar dan roti telur semakin melengkapi suasana sarapan di pagi hari.
Deretan warung kopi legendaris ini bukan hanya tempat ngopi, tetapi juga bagian dari jejak sejarah kuliner Samarinda. Menikmati secangkir kopi di sana seakan membawa pengunjung kembali ke masa lalu yang penuh cerita.














