Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Polisi melakukan pembongkaran makam seorang anak berinisial R (14) di Tempat Pemakaman Muslimin, Jalan Soekarno-Hatta, setelah ibu korban melaporkan adanya kejanggalan pada kematian anaknya.
Baca juga:Daftar Sekolah Penerima Adiwiyata Kota Samarinda 2025, Melatih Anak-anak Berinteraksi
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agusetyawan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian mengangkat jenazah R untuk kepentingan pemeriksaan forensik. “Laporan dari masyarakat menjadi dasar kami melakukan pemeriksaan. Dugaan awal terkait tindak pidana membuat kami mengekshumasi jenazah untuk otopsi,” ujar Agusetyawan, Senin (24/11/2025).
Polisi menduga R menjadi korban kekerasan oleh teman sebaya, namun pihak kepolisian akan menunggu hasil otopsi yang diperkirakan keluar dalam dua minggu. Selain eksumasi, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan yang relevan. Agusetyawan menambahkan, “Kami menunggu hasil tim dokter forensik untuk memastikan apakah kematian korban mengandung unsur pidana. Hasil otopsi ini akan menjadi dasar langkah penyidikan selanjutnya.”

Kasus bermula pada Jumat (31/10/2025), ketika R pulang ke rumah dalam kondisi menangis dan mengeluh sakit kepala. Ibunya, Sartia (41), mengira anaknya hanya kelelahan. “Dia datang jam 9 malam sambil menangis, katanya kepalanya sakit. Saya pikir cuma sakit biasa, jadi saya kasih minyak kayu putih,” ujar Sartia.
Baca juga: Festival Mahakam Identitas Budaya Kota Samarinda
Tak lama kemudian, kondisi R memburuk. “Saya panggil-panggil, tapi dia tidak merespons. Sekitar jam setengah satu malam terdengar suara ngorok, tak lama kemudian dia meninggal,” kata Sartia. Keesokan paginya, keluarga menemukan kejanggalan pada tubuh R: busa di mulut, darah di hidung, lebam di punggung, dan pembengkakan pada mata.
Awalnya keluarga tidak mencurigai apa pun dan memakamkan R tanpa visum. Namun status WhatsApp seorang teman korban memicu kecurigaan dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian, sehingga polisi memutuskan melakukan eksumasi jenazah R untuk penyelidikan lebih lanjut.














