Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama, terutama dalam mendukung program pencegahan stunting. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, saat menghadiri kegiatan Gerakan Edukasi, Motivasi, dan Pengasuhan Responsif (Gempar) 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta meninjau Puskesmas Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (23/9/2025).
Saefuddin menekankan bahwa kesehatan masyarakat merupakan modal besar dalam membangun bangsa. Menurutnya, warga yang sehat akan memiliki pemikiran cemerlang sehingga mampu berkontribusi membawa Indonesia ke arah yang lebih maju. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk mendukung upaya peningkatan layanan kesehatan.
Baca Juga : Pemkot Samarinda dan TNI Perkuat Sinergi di HUT ke-80
Selain itu, ia juga mengapresiasi antusiasme warga terhadap program kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Alhamdulillah, sambutannya luar biasa. Pelayanan di Puskesmas juga cukup memuaskan. Harapan kita, kualitas layanan bisa terus ditingkatkan agar masyarakat semakin sehat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin menilai pelayanan Puskesmas Baqa sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menyoroti perlunya perhatian pada kebersihan dan perawatan lingkungan sekitar. “Secara umum sudah bagus. Yang terpenting, alur pelayanan dari masyarakat datang hingga selesai berobat tetap lancar tanpa kendala,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program penurunan stunting harus konsisten dan berkesinambungan. Menurutnya, jika program berhenti di tengah jalan, persoalan stunting bisa muncul kembali. “Program harus terus berkesinambungan supaya angka stunting benar-benar turun,” tegasnya.
Baca Juga : Gen Z Samarinda Dorong UMKM Lebih Ramah Lingkungan
Sementara itu, Kepala Bidang K3 DPPKB Samarinda, Waode Rosliani, menjelaskan bahwa program Gempar 1.000 HPK difokuskan pada ibu hamil serta anak di bawah usia dua tahun. Ia menilai kelompok usia tersebut paling rawan mengalami stunting sehingga membutuhkan perhatian khusus.
“Usia ini sangat rawan stunting. Karena itu, pemeriksaan rutin dan edukasi gizi harus menjadi prioritas,” kata Waode. Ia menambahkan, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan kesehatan ini secara maksimal. Apalagi program diselenggarakan secara gratis dan menghadirkan dokter spesialis, sesuatu yang jarang bisa diakses tanpa fasilitasi dari pemerintah.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap kualitas kesehatan masyarakat meningkat, angka stunting menurun, dan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan semakin kuat.














