Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

7.619 Sambungan Jargas di Samarinda Hadirkan Solusi Hemat untuk Rumah Tangga

cek disini

Kota Samarinda – 7.619 Sambungan Akhir 2025, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dipastikan mendapat alokasi 7.619 sambungan rumah (SR) jaringan gas (jargas) rumah tangga.

Program ini didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan ditarget rampung pada 2026 mendatang.

Samarinda menjadi salah satu dari 15 kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh kuota pembangunan jargas dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Saat ini proyek jargas masih tahap tender di Kementerian dengan kontraktor pelaksana yang segera ditetapkan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan alokasi sambungan jargas yang diterima mengalami penyesuaian dari target awal.

“Kita sudah pendataan, data by name by address. Kita dikasih jatah kemarin 15.000 lebih. Ternyata mungkin karena efisiensi jadi 7 ribu. Karena jargas ujungnya ada di Sidomulyo maka kita ambil ke Sidomulyo dan langsung nyambung ke Sungai Pinang Dalam. Jadi jargasnya tidak lagi menyambung ke lain,” ungkap Marnabas.

Baca Juga : SBMA Tumbuh Pesat Sejak IPO, Catat Laba Naik 182 Persen dan Siap Ekspansi ke Kalimantan

7.619 Sambungan
7.619 Sambungan

Pembangunan jargas difokuskan di dua kelurahan.

Yakni Sidomulyo di Kecamatan Samarinda Ilir dengan 1.126 SR, serta Sungai Pinang Dalam di Kecamatan Sungai Pinang dengan 6.496 SR.

Distribusi jargas ini akan terhubung ke empat induk utama.

Yakni, dua di kawasan KNPI, satu di kawasan Merdeka, dan satu di Mugirejo.

Rumah warga yang dilalui jalur pipa akan langsung mendapat sambungan.

Marnabas menegaskan, biaya pemakaian jargas jauh lebih murah dibandingkan LPG subsidi.

“Masyarakat yang dilewati jalur itu kita kasih semua. Nanti kalau pemakaiannya bayar bulanan. Kalau tidak salah rata-rata paling tinggi Rp35 ribu. Paling rendah biayanya daripada penggunaan LPG 3 kg,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan ini berdampak pada aktivitas sosial, khususnya penggalian jalan untuk pemasangan pipa.

Proses penggalian diperkirakan memakan waktu hingga dua bulan dengan koordinasi bersama Dinas PUPR agar tidak bersinggungan dengan pipa PDAM.

data by name by address. Kita dikasih jatah kemarin 15.000 lebih. Ternyata mungkin karena efisiensi jadi 7 ribu, Karena jargas ujungnya ada di Sidomulyo maka kita ambil ke Sidomulyo dan langsung nyambung ke Sungai Pinang Dalam. Jadi jargasnya tidak lagi menyambung ke lain,” ungkap Marnabas.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *