Samarinda – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda menggelar sosialisasi hasil survei Indeks Pengetahuan Terhadap Isu Kependudukan sekaligus memperkenalkan aplikasi SIPERINDU (Sistem Informasi Peringatan Dini Pengendalian Penduduk). Acara berlangsung di salah satu hotel di Samarinda pada Kamis (11/9/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Samarinda terkait isu kependudukan, serta memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam perencanaan kebijakan.
SIPERINDU Jadi Instrumen Strategis
SIPERINDU dirancang sebagai sistem peringatan dini dan sumber data yang mendukung pemerintah daerah maupun masyarakat dalam mengantisipasi persoalan kependudukan. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat dan cepat.
Penata Kependudukan Keluarga Berencana Ahli Muda DPPKB Samarinda, Murjani, menegaskan kegiatan ini penting untuk memperkuat arah kebijakan.
“Hasil survei akan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan, mengidentifikasi indikator yang masih lemah, serta mendorong peningkatan pengetahuan masyarakat tentang isu kependudukan,” kata Murjani.
Baca Juga : DPRD Soroti Izin Restoran Mie Baru di Panjaitan
Peran Survei dalam Kebijakan Kependudukan
Menurut Murjani, survei dan sosialisasi tidak hanya menampilkan data, tetapi juga meningkatkan operasional Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk. Dengan begitu, pelaksanaan urusan kependudukan dan keluarga berencana dapat berjalan lebih optimal.
“Kami ingin memastikan kebijakan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi benar-benar bersumber dari data lapangan yang valid,” tambahnya.
Narasumber Hadirkan Perspektif Nasional dan Lokal

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari BKKBN Kalimantan Timur serta PT Cemerlang Statistika Indonesia (Stats Me) sebagai pelaksana survei. Mereka memaparkan kebijakan program SIPERINDU sekaligus menyampaikan laporan akhir Indeks Pengetahuan Isu Kependudukan Samarinda 2025.
Paparan ini menegaskan pentingnya data akurat dalam membaca tren pertumbuhan penduduk, mobilitas masyarakat, serta tantangan pembangunan berkelanjutan di Samarinda.
Peserta Lintas Sektor Hadiri Sosialisasi
Acara diikuti perwakilan dari 10 kecamatan dan 59 kelurahan se-Kota Samarinda. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga hadir, termasuk BPS, Bapperida, Diskominfo, Disdukcapil, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan kependudukan. Tanpa kerjasama semua pihak, sulit bagi kita untuk mengatasi tantangan demografi,” jelas Murjani.
Baca Juga : Disdik Samarinda Nilai Chromebook Lebih Aman dan Efektif
Sasaran Utama: Keluarga Samarinda
DPPKB menegaskan, sasaran utama survei dan sosialisasi adalah keluarga di Kota Samarinda. Melalui program ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap isu-isu strategis kependudukan semakin meningkat.
Isu tersebut mencakup pertumbuhan jumlah penduduk, mobilitas masyarakat, potensi bencana, hingga pembangunan keluarga berkelanjutan.
Mendukung Pembangunan Berbasis Data
Langkah DPPKB Samarinda ini memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan berbasis data. Dengan pemanfaatan SIPERINDU, diharapkan kebijakan kependudukan di Samarinda semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu mengantisipasi tantangan di masa depan.














