Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

22 Mahasiswa Diamankan di FKIP Unmul, 4 Diperiksa Terkait Bom Molotov

cek disini

SAMARINDA – 22 Mahasiswa Diamankan Polresta Samarinda mengamankan 22 mahasiswa di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman. Pengamanan dilakukan Minggu (31/8) malam sekitar pukul 23.45 Wita di Jalan Banggeris, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap mahasiswa yang diamankan. Dari jumlah itu, empat mahasiswa berinisial MZ, MH, MAG, dan AR menjalani pemeriksaan intensif.

“Mereka mengetahui dan membuat bom molotov itu. Untuk 18 orang lainnya tetap melakukan interogasi singkat karena saat diamankan berada di sekitar lokasi. Insyaallah pukul 13.00 Wita selesai interogasi dan akan kita kembalikan,” kata Hendri, Senin (1/9/2025).

Hendri menegaskan 18 mahasiswa dari Prodi Sejarah FKIP Unmul tidak terbukti terkait pembuatan bom molotov. Mereka akan dibawa ke pihak kampus dan keluarga.

“Sedangkan untuk 4 siswa lainnya masih didalami terkait. Ada yang ikut mengantarkan bahan baku dengan sepeda motor, ada yang meracik, dan ada yang mengamankan barang setelah selesai dibuat,” jelas Hendri.

Baca Juga : Massa Aksi Samarinda Berdatangan ke DPRD Kaltim, Bawa 11 Tuntutan

22 Mahasiswa Diamankan
22 Mahasiswa Diamankan

Polisi menyita 27 bom molotov serta sejumlah atribut bergambar Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ditemukan di kawasan kampus. Barang bukti itu diduga akan digunakan saat aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kaltim, Senin (1/9).

Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengapresiasi langkah cepat Polresta Samarinda. Mengatakan, mengungkapkan kasus ini berhasil menyelamatkan masyarakat dari ancaman keselamatan.

“Keberhasilan Polresta ini telah menyelamatkan masyarakat dari ancaman. Bahkan hukum tertinggi bernegara adalah melindungi keselamatan warga negara,” ujar Andi di Mapolresta Samarinda.

Andi menegaskan, kasus ini harus dipisahkan antara tindak pidana dengan jaminan aspirasi pelajar. Ia menyebut kritik dan pendapat adalah hal yang wajar, namun tindakan yang mengancam keamanan publik tidak bisa ditoleransi.

“Kita harus berhati-hati, agar tidak mencemari dan menimbulkan hasutan di masyarakat,” tegasnya.

Andi memastikan mahasiswa yang tidak terbukti terlibat akan segera ditarik. Ia juga menyebut mayoritas mahasiswa yang diamankan bukan berasal dari Samarinda.

“Hampir semua yang diamankan diduga beridentitas dari luar Kota Samarinda,” ungkapnya.

Andi pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, TNI-Polri, dan perguruan tinggi agar menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting.

“Kita semua butuh kritik dan masukan, namun harus dalam koridor menjaga NKRI. Perguruan tinggi harus menjadi benteng merah putih,” tutupnya.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *