SAMARINDA – Kondisi lapangan Stadion Segiri, Samarinda tengah menjadi atensi masyarakat pecinta sepak bola nasional. Ya, kondisi lapangan yang tidak terawat, terlihat dari warnanya yang menguning, begitu kontras dengan prestasi klub penggunanya, Borneo FC Samarinda. Saat ini tim beralias Pesut Etam itu sedang memuncaki klasemen sementara Super League 2025/2026.
Menindaklanjuti masukan dan kritik tersebut, manajemen Borneo FC menemui Wali Kota Samarinda Andi Harun. Mereka beraudiensi, meminta solusi agar prestasi yang mereka bangun bisa beriringan dengan fasilitas berkualitas yang dilihat masyarakat pecinta sepak bola nasional.
Baca Juga : Forum Rektor Indonesia – Thailand Bahas Kerja Sama di IKN
Pertemuan terlaksana di ruang tamu wali kota, Balai Kota, Rabu (27/8) pagi. Manajemen Pesut Etam dipimpin sang manajer, Dandri Dauri. Turut menyertai para perwakilan pendukung, di antaranya Pusama ia Dan MSA. Adapun wali kota didampingi beberapa pejabat, di antaranya Kepala Disporapar Samarinda Muslimin dan Ketua TWAP Samarinda Syaparuddin.
“Malu, kita, pak. Ketika tim Samarinda sedang dalam performa yang baik, di puncak klasemen, tapi yang disampaikani di media sosial malah kualitas lapangannya yang begitu,” ucap Dandri membuka audiensi tersebut.
Audiensi itu jadi momen yang tepat. Sebab, setelah ini ada jeda waktu yang cukup panjang apabila pemkot berkenan membenahi kualitas lapangan Segiri.

Baca Juga : BigMall Samarinda di Ujung Tanduk, DPRD Beri Peringatan Keras
Dandri menyatakan bahwa manajemen siap mendukung apapun caranya agar lapangan itu bisa “pulih” demi memanjakan mata penonton yang hadir di lapangan.
Selain soal lapangan, Dandri juga menyampaikan beberapa hal lainnya, seperti tentang permasalahan udara, LED scoreboard yang tidak prima, hingga pencahayaan lampu stadion yang masih belum sesuai standar. “Itu yang membuat kita saat ini hanya bisa bermain sakit. Semoga ini juga bisa jadi atensi pemkot,” tegas dia.














