Nusantara – Kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Thailand semakin diperkuat melalui High Level Meeting (HLM) ke-16 antara Council of University Presidents of Thailand (CUPT) dan Council of Rectors Indonesian State Universities (CRISU). Pertemuan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 25–26 Agustus 2025.
Baca Juga : BigMall Samarinda di Ujung Tanduk, DPRD Beri Peringatan Keras
66 Universitas Ikut Serta
HLM CUPT–CRISU kali ini melibatkan 11 universitas Thailand dan 55 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia. Total peserta mencapai 232 orang, termasuk 35 rektor dari kedua negara.
Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyambut hangat para delegasi. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan IKN sebagai kota berkelanjutan dan berdaya saing global.
Kolaborasi Riset dan Pembangunan Berkelanjutan
Ketua CUPT sekaligus Presiden Universitas Chulalongkorn, Prof. Dr. Wilert Puriwat, menyebut pertemuan ini sebagai agenda kolaborasi terbesar tahun ini.
“Kerja sama ini melahirkan riset bersama pada tiga isu penting: ketahanan pangan, pembangunan berkelanjutan, dan inovasi industri. Tiga isu ini relevan bukan hanya bagi Thailand dan Indonesia, tetapi juga dunia. Kami sangat terkesan dengan pembangunan IKN yang bisa menjadi model kota masa depan,” ujarnya, Senin (25/8).
Rektor Indonesia Tekankan Sinergi

Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Agus Rubiyanto, menilai forum ini sebagai momentum saling belajar. Indonesia berbagi pengalaman pembangunan IKN, sementara Thailand menunjukkan praktik terbaik dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kolaborasi yang melibatkan mahasiswa bisa melahirkan diplomat-diplomat masa depan kedua negara,” katanya.
Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Yahya Ahmad Zein, menyoroti peran perguruan tinggi di wilayah perbatasan, khususnya Kalimantan Utara, dalam penguatan potensi lokal. Ia menekankan bidang pangan strategis dan sertifikasi halal sebagai peluang mempererat hubungan akademik dan ekonomi lintas negara.
Baca Juga : Wali Kota Andi Harun Klarifikasi Isu Longsor Terowongan Samarinda Foto Lama Tapi Diviralkan Lagi
Senada, Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Prof. Abdunnur, menekankan pentingnya kolaborasi University-to-University (U-to-U) melalui pertukaran dosen, mahasiswa, dan publikasi bersama. “Kolaborasi ini menjadi tolok ukur, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di tingkat internasional,” ujarnya.
Tonggak Kerja Sama Pendidikan Tinggi
Forum CUPT–CRISU yang sudah berlangsung 16 kali dipandang sebagai tonggak penting mencetak pemimpin global masa depan. Ke depan, forum ini ditargetkan berkembang menjadi jejaring internasional yang melibatkan lebih banyak negara serta memperkuat kolaborasi riset dan inovasi di kawasan Asia Tenggara.














